Ads Top

7 Mitos Seputar Mahasiswa yang Membuat Kita Berpikir 1000 Kali

Seperti halnya profile pic yang sering nggak mirip sama muka aslinya, nggak semua hal yang kita bayangkan sesuai dengan kenyataan, termasuk urusan kuliah.

Foto milik Tribunnews

Banyak, lho, anggapan populer tentang mahasiswa yang sebenarnya nggak tepat. Kali ini, Youthmanual membongkar mitos-mitos tersebut.

#1   Katanya: “Pola pikir anak SMA beda sama anak kuliah. Mesti diubah pemikiran ala SMA.”

Nyatanya: Memang benar, ketika sudah duduk di bangku kuliah, kedewasaan dan pengetahuan kita pasti bertambah dibandingkan jaman SMA. Tapi bukan berarti pandangan serta cara berpikir kita otomatis berubah, lho. Contohnya, ketika SMA saya suka jajan mie ayam. Nah, pas kuliah saya masih doyan, kok. Porsinya malah tambah banyak!

Nasya dari Vokasi Administrasi Keuangan dan Perbankan angkatan 2013, Universitas Indonesia pun setuju, “Gue sempet mengira kalau anak kuliah itu nggak suka nongkrong. Kelar kuliah langsung pada pulang untuk ngerjain tugas. Ternyata, sama aja kayak jaman SMA. Semua pada masih suka nongkrong.” So, our mindset may bedeveloped. But, change completely? Don’t think so.

#2   Katanya: “Kalau sudah kuliah, pacaran pasti serius. Habis itu married.”

Nyatanya: Ah, kata siapa? Memang, sih, ada banyak orang yang menemukan soulmate-nya di kampus. Mereka menjalin hubungan serius dari bangku kuliah, nikah, punya anak, dan terus bareng sampai kakek-nenek.

Tapi ada juga pasangan mahasiswa yang awet pacaran sampai sepuluh tahun, lalu kemudian nikah… masing-masing sama orang lain. Yup, setelah s-e-p-u-l-u-h. tahun. Kalau ini cicilan mobil, sudah lunas dua, cyin!

Ada banyak juga, kok, mahasiswa yang belum mau pacaran serius. Selama kuliah, mereka hobi gebet sana-sini, putus-nyambung, PHP dan sebagainya.

Pokoknya, nggak ada aturan yang mengatakan bahwa hubungan asmara saat kuliah pasti serius dan akan awet sampai pelaminan. Tergantung masing-masing orang, lah.

#3   Katanya: “Jadi mahasiswa itu santai. Nggak ada yang mengawasi dan tugasnya sedikit.”

Nyatanya: “Setelah dijalani, ternyata kuliah itu sibuk. Banyak tugas. Dosen juga lebih keras ketimbang guru,” begitulah pengamatan Husin selama berkuliah di jurusan Komunikasi Internasional angkatan 2010, Universitas Muhammadiyah Solo. Nasya dari UI juga mengalami hal serupa. Menurutnya, kuliah terkesan santai karena dosen relatif cuek sama mahasiswa. “Dosen nggak peduli mahasiswanya mau masuk kelas atau nggak, dan apakah mereka paham materinya atau tidak,” curhatnya.

Intinya sih, anak kuliah dituntut untuk lebih bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Kalau mau lulus mata kuliah, ya harus rajin. Semua harus dilakukan dengan kesadaran sendiri, karena nggak ada pengajar atau guru BP yang akan bolak-balik mengingatkan.

#4   Katanya: “Mahasiswa itu hobi demo!”

Nyatanya: Di tiap kampus, biasanya selalu ada kelompok mahasiswa aktivis yang suka menyampaikan aspirasinya dengan turun ke jalan. Namun jumlah mereka nggak mendominasi, kok. Justru lebih banyak yang hobi demo masak atau bikin demo musik. #anakbandbanget.

Lagipula, banyak alternatif untuk “buka suara” selain dengan unjuk rasa, seperti audiensi bersama wakil rakyat, bikin seminar sosial politik hingga menyelipkan “pesan cinta” dalam pementasan seni.

#5   Katanya: “Peraturan nggak tertulis di kampus: senior selalu benar.”

Nyatanya: Berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman, nggak ada, tuh, senioritas yang berlebihan selama kuliah. Bahkan di beberapa kampus, mahasiswa antar-angkatan bebas nongkrong dan gaul bareng tanpa jarak.

Menurut saya, sih, rugi banget kalau kita masih menerapkan pemisahan junior-senior. Soalnya, kekompakan antara junior dengan senior, tuh, seru dan saling menguntungkan. Contoh sederhananya, senior bisa pinjemin juniornya buku-buku dan catatan kuliah. Sedangkan junior bakal bantuin seniornya menyukseskan acara kampus yang mereka bikin.

#6   Katanya: “Ke kampus mesti tampil rapi and kece, biar kayak pemain FTV.”

Nyatanya: Meskipun ada beberapa dosen dan jurusan yang mewajibkan mahasiswanya pakai sepatu tertutup dan baju berkerah, secara umum, gaya anak kampus tuh santai, kok. Dengan kaos favorit, jeans plus sneakers aja kita udah bisa tampil pede. Nggak perlu kinclong-kinclong amat, yang penting charming. Azeg.

Jadi, nggak ada gaya wajib tertentu ketika jadi mahasiswa. Bebas-bebas aja, kok, asal masih sopan dan nggak berlebihan. Palingan buat cowok-cowok, boleh lah cobain tradisi gondrong dan numbuhin brewok—meski harus pake minyak firdaus. Belum sah jadi mahasiswa kalau belum pernah gondrong dan brewokan!

#7   Katanya: “Anak Universitas ******** pasti smart dan rajin semua,” atau “Jurusan Sastra pasti gampang deh, pelajarannya.”

Nyatanya: Praduga-praduga tertentu sering mampir ke anak kuliahan, salah satunya adalah bahwa semua mahasiswa universitas negeri itu rajin dan pintar. Padahal nggak juga, lho. Banyak anak-anak universitas negeri yang males dan jeblok nilainya.

Selain itu, menurut Nisa, mahasiswi jurusan Sastra Arab angkatan 2013 Universitas Indonesia, ada prodi-prodi tertentu yang dianggap enteng lantaran dikira gampang, seperti jurusan-jurusan di Fakultas Ilmu Budaya. “Padahal, anak-anak FIB tetap harus struggle banget untuk bisa lulus mata kuliah,” jelas Nisa.

***

Gimana, sudah mendapat pencerahan? Atau kamu justru punya pengalaman lain seputar mitos versus kenyataan sebagai mahasiswa? Mungkin aja, sih, soalnya kehidupan di kampus itu bervariasi banget, kayak soto. Ada soto betawi, soto lamongan, soto makassar (eh, soto apa coto, sih?) dan sebagainya. Yang penting teliti sebelum membeli dan jangan mudah termakan miskonsepsi. Oke?

Sumber : youthmanual

7 Mitos Seputar Mahasiswa yang Membuat Kita Berpikir 1000 Kali 7 Mitos Seputar Mahasiswa yang Membuat Kita Berpikir 1000 Kali Reviewed by Hadel D Piliang on 8.7.17 Rating: 5

Tidak ada komentar

YAYAI.ID

Situs penyedia bahan bacaan anak kuliahan, bacaan wajib di luar kelas