Ads Top

Tips Agar Acara Mahasiswa Laris Tanpa 'Nyampah Visual'

Sumber

KETUA Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DI Yogyakarta Arief Budiman  mengatakan mahasiswa tidak bisa juga disalahkan sepenuhnya dengan banyaknya sampah visual yang mereka buat. Ia sendiri memiliki tiga tips agar mahasiswa bisa menyelenggarakan acara dengan laris tanpa nyampah visual.

Pertama, Konsepsi Matang atas Basis Kemanfaatan

Merencanakan event, menurut Arief, tak bisa hanya sekedar memperhatikan keinginan pribadi atau kelompok. Para mahasiswa harus membentuk konsep event yang menarik para audiens. Nilai inspirasi, hiburan, kepuasan, dan edukasi harus diperhatikan sesuai target audiens yang diundang.
"Jadi sejak awal pahami target audiens, dan bukan hanya sekedar beriklan. Kalau tidak menarik, dipasang leaflet dimana-mana ya tetap saja tidak menarik,"

Kedua, Jangan Asal Promosi Via Sosial Media

Promosi via sosial media dan dunia online bisa jadi cara jitu yang kedua. Arief menekankan data dari sebuah jajak pendapat bahwa hampir 90% anak usia SMA dan perguruan tinggi kini telah memiliki smartphone. 70% diantaranya bahkan mengakses sosial media dalam keseharian.

"Ini solusi yang tepat dan cerdas. Apalagi target audiens event mahasiswa biasanya juga anak muda," ungkapnya.

FKY, Jogja Bienalle, Artjog, hingga Ngayogjazz, menurutnya bisa jadi rujukan para mahasiswa tentang event yang berhasil melakukan publikasi via online. Sehingga acaranya berlangsung dengan meriah dan digandrungi para muda-mudi Yogya, domestik, bahkan mancanegara.

Namun, ia menekankan bahwa promosi online tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak bisa pula dilakukan dengan serampangan. Ada ilmu dan basis data yang harus dipelajari para mahasiswa jika ingin mempublikasikan kegiatannya via medium tersebut. 

Beberapa fitur dan prosedur layaknya adsense, clickbait, buzzer, hingga endorse dengan publik figur di dunia maya juga harus dipahami sebelum terjun ke dunia maya.

"Jadi itu ada ilmunya. Dan anak yang publikasi harus yang sudah belajar atau pengalaman. Tidak bisa asal bikin event, langsung publikasi di instagram dan terkenal, dan sukses tanpa belajar. Logikanya tidak seperti itu," pesannya.

Walau promosi via sosial media terlihat cukup kompleks, ia juga menekankan para mahasiswa agar tak berkecil hati. Mereka bisa saja meminta bantuan paguyuban buzzer maupun Event Organizer bidang publikasi yang banyak tersebar di Yogyakarta.

Paguyuban Akun Informasi Jogja (PAIJO) misalnya, bisa menjadi salah satu rujukan para mahasiswa untuk meminta bimbingan. Atau, melakukan kerjasama dengan pembagian hasil yang saling menguntungkan.
"Tinggal kontak saja. Minta rate mahasiswa. Dan anak muda kalau mau belajar pasti bisa. Kan setiap hari sudah pegang HP," ungkapnya.


Ketiga, Perencanaan dan Publikasi Jauh-jauh Hari


Keberadaan kalender agenda bulanan/tahunan yang komplit, detil, dan mudah diakses masyarakat, menurutnya bisa meningkatkan daya tarik event mahasiswa. Terlebih lagi, dengan adanya kalender agenda tersebut, event mahasiswa yang seringkali memiliki anggaran terbatas tak perlu lagi promosi sendiri-sendiri pada khalayak.

"Dan inilah yang dinas pariwisata selayaknya bisa turun tangan. Mengidentifikasi dan publikasikan pada masyarakat ada apa setiap harinya di Jogja," katanya.

Sumber : Krjogja
Tips Agar Acara Mahasiswa Laris Tanpa 'Nyampah Visual' Tips Agar Acara Mahasiswa Laris Tanpa 'Nyampah Visual' Reviewed by Jobby Sumbar on 26.3.17 Rating: 5

Tidak ada komentar

YAYAI.ID

Situs penyedia bahan bacaan anak kuliahan, bacaan wajib di luar kelas