Ads Top

Suka Duka Jadi Mahasiswa Jurusan Jurnalisme

Sumber

Ada banyak jurusan kuliah di Indonesia, dan salah satunya ialah jurusan jurnalisme yang mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja di media massa. Nah, bagi kalian yang mungkin penasaran dengan jurusan yang satu ini atau mungkin sudah menjadi salah satu bagian di dalamnya, cek yuk apa aja suka duka jadi mahasiswa jurnalisme. Selamat membaca! 

1. Panas dan hujan adalah teman kami Liputan kemana-mana membuat para mahasiswa jurnal harus siap dengan segala kondisi di lapangan, termasuk hitam karena teriknya matahari plus basah-basahan karena diterjang hujan. Apalagi kalau tempat liputannya jauh dan nggak bawa jas hujan, kami pun pasrah. Demi tugas, kami pun semangat menerjang semua rintangan! 

2. Nggak takut kucel Selain menerjang panas dan hujan, mahasiswa jurnal juga nggak takut kucel sampai-sampai dikira nggak mandi. Gimananggak coba. Kalau kamu kepanasan dan kehujanan berjam-jam di atas motor, pasti kucel dan lepek juga ‘kan akhirnya. Ya, itulah rintangan kami selanjutnya. Padahal habis liputan kami masih harus kuliah. Kebayang nggak gimana rupa kami waktu masuk kelas? Wkwkwkwkwkwk...

3. Belajar jadi detektif Nah, ini asyiknya jadi mahasiswa jurnal! Asyik sekaligus menegangkan! Gimana nggak? Mata kuliah Reportase Investigasi menuntut kami untuk menyelidiki kasus layaknya polisi. Wehehehehehe...diem-diem kami pun dilatih untuk jadi detektif. Meskipun nggak ditunjang dengan alat-alat secanggih Sherlock Holmes atau Detektif Conan, tapi kami bisa mengumpulkan data dengan HP. Tinggal pinter-pinternya kami menyembunyikan HP saat melakukan investigasi. 

4. Merasakan perihnya ditolak narasumber Ditolak narasumber. Nggak hanya ditolak gebetan, saking seringnya wawancara buat liputan, anak-anak jurnal juga harus merasakan perihnya ditolak narasumber. Sakitnya itu di sini men.... Sudah jauh-jauh datang, hujan dan panas diterjang, sudah bawa surat pengantar, eh tau-taunya ditolak. ‘Maaf ya Mbak, Mas....’ Itu yang sering kami dengar. Dan akhirnya kami pun pulang dengan tangan hampa. 

5. Bisa keliling-keliling kota Yuhuu....ini enaknya jadi mahasiswa jurnal. Bisa keliling kemana-mana buat liputan sama temen-temen. Hehehehe... Tugasnya bisa dikerjain bareng-bareng juga habis itu. Nggak melulu stay japok (kerja kelompok) di kampus atau di kos terus. Anak jurnal kerjanya di lapangan, berkunjung ke daerah-daerah wisata dan kantor-kantor pemerintah, bahkan ke kantor polisi. Dan nggak setiap mahasiswa di jurusan lain bisa kayak kami. 

6. Belajar pake kamera dan software-software keren Cuman mahasiswa jurnal yang bener-bener dilatih untuk memakai kamera gedhe ala stasiun televisi. Kami juga dilatih untuk memakai software-software keren buat ngedit video dan rekaman. Semuanya agar kami bisa membuat berita televisi dan radio yang keren layaknya stasiun-stasiun radio dan televisi nasional. 

7. Harus tahu yang namanya undang-undang Meskipun bukan mahasiswa jurusan hukum, tapi yang namanya mahasiswa jurnal harus tahu UU Pers itu nomor berapa, Kode Etik Jurnalistik, UU Penyiaran dan bahkan UU ITE. Istilahnya, kami harus tahu aturan-aturan dalam penulisan dan pembuatan berita di media massa. 

8. Merasakan serunya syuting dan jadi anchor meskipun cuman dilihat temen-temen sekelas

Syuting? Memang artis? Iya dong. Mahasiswa jurnal juga dapet kesempatan jadi artis sesaat dalam beberapa mata kuliah. Karena film juga termasuk sebagai produk jurnalistik, kami pun harus siap untuk berakting dan menulis skenario bersama-sama. Nggak hanya itu, kami pun harus siap untuk menjadi anchor atau pembawa acara dalam produk berita yang telah kami buat. Meskipun cuma dilihat teman-teman sekelas, namun pengalaman seperti ini termasuk langka, lucu dan nggak terlupakan. 

9. Magang di tempat-tempat keren Magang di stasiun televisi? Atau koran nasional? Bukan hal yang mustahil bagi mahasiswa jurnal. Selain karena memang kami nantinya akan bekerja di media, dosen-dosen jurnal pun punya banyak kenalan di berbagai media. Dan of course, nggak setiap mahasiswa jurusan lain bisa mendapatkan kesempatan emas seperti ini. 

10. Jadi pinter berbahasa Indonesia yang baik dan benar Kalo dulunya ada yang nilai bahasa Indonesianya jelek gara-gara selalu salah eja, masuk aja ke jurusan jurnalisme. Kenapa? Karena dengan menjadi mahasiswa jurnal berarti kami dituntut untuk menghasilkan beragam produk tulisan yang berkualitas. Oleh karena itulah, setiap kali kami mengerjakan tugas dan tulisan kami dicek, kami jadi tahu ejaan bahasa Indonesia yang salah dan belajar tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Ya, itulah suka duka kami, para mahasiswa jurnal. Sedih, susah, panas dan hujan. Namun inilah tugas yang kami emban, yang tentunya melatih kami menjadi calon jurnalis muda kebanggaan Indonesia. Ok, akhir kata, semoga tulisan ini menginspirasi kalian yang masih galau memilih jurusan. Dan bagi para mahasiswa jurnal di seluruh Indonesia yang masih berjuang, selamat melanjutkan mimpi kalian masing-masing untuk menjadi jurnalis yang selalu memberitakan kebenaran!

Suka Duka Jadi Mahasiswa Jurusan Jurnalisme Suka Duka Jadi Mahasiswa Jurusan Jurnalisme Reviewed by Hadel D Piliang on 26.3.17 Rating: 5

Tidak ada komentar

YAYAI.ID

Situs penyedia bahan bacaan anak kuliahan, bacaan wajib di luar kelas