Ads Top

Lika-Liku Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia


Menurut kalian, jurusan kuliah yang paling kece badai itu apa sih? Matematika? Psikologi? Kedokteran? Hukum? Sastra? Hmm kalau niatnya beneran kuliah nggak usah terlalu memikirkan jurusan kita itu kece badai apa enggak, penting kita bisa mengikuti jurusan itu enggak. Kan sama aja bohong udah berusaha masuk jurusan yang kece badai tapi ternyata ya mungkin otaknya bukan bidang itu hmm.

Nah, bicara mahasiswa jurusan sastra nih, pasti banyak orang yang ngeremehin kan? Jurusan sastra itu emangnya ngapain? Belajar bahasa doang? Sastra Indonesia lagi. Hidup aja di Indonesia, sehari-hari bicara pakai bahasa Indonesia, kenapa harus ambil jurusan sastra Indonesia juga? Begitulah banyak beredar statement tentang jurusan sastra Indonesia. Tapi kalian harus tahu nih gimana sih lika-liku mahasiswa jurusan sastra Indonesia?

1. Mahasiswa jurusan sastra Indonesia selalu dikira romantis

Alamak. Statement dari mana coba? Masih banyak nih rumor beredar kayak gini. Iya, mahasiswa jurusan sastra Indonesia emang ada mata kuliah puisi, dan juga sudah tahu penyair mana yang puisinya itu romantis dan indah. Tapi ya kita sebagai mahasiswa sastra belum sepenuhnya bisa membuat puisi seromantis seperti penyair terkenal. Karena kita juga masih belajar. Jadi jangan coba-coba minta tolong untuk dibuatin puisi romantis oleh mahasiswa sastra ya, tapi kalau ada teman mahasiswa sastra yang memang cukup pandai dalam menulis puisi, ya boleh lah hehe.

2. Sastra = Editor

Mahasiswa sastra kan pastinya makanan sehari-harinya bahasa dan tulisan kan. Temennya ya laptop atau pena. Nah ya itu, secara tidak langsung mahasiswa sastra Indonesia itu juga dituntut untuk bisa menulis dengan bahasa yang baik dan benar. Misalnya aja untuk dalam hal kecil-kecil dulu deh, misalnya mengetik tugas. Ketikannya itu sebisa mungkin jangan sampai typo. Makanya rajin-rajin banget kalau harus meneliti ulang ketikan huhu. Dan biasanya mahasiswa sastra juga agak sebel kalau lihat ketikan yang ada garis merah di bawahnya, itu sangat mengganggu mata. Aseli.

3. Banyak baca karya sastra

Karena mahasiswa jurusan sastra tak lepas dari bahasa dan tulisan, maka dari itu mahasiswa sastra Indonesia juga dituntut buat rajin baca karya sastra, seperti puisi, cerpen, atau novel. Ya karena objek utama mahasiswa sastra Indonesia kan karya sastra, kalau nggak rajin baca karya sastra gimana coba? Yang bikin masalah tuh ya kalau mahasiswanya mungkin nggak ada minat buat baca, dan terjebak di jurusan itu. Nah, agak sulit memang. Namun bisa dimulai dari bacaan yang ringan seperti cerpen yang tipis-tipis gitu atau novel yang konfliknya tidak terlalu rumit. Karena secara tidak langsung membaca karya sastra itu juga tahu sejarah. Karena banyak lho gaes penulis karya sastra yang tulisannya itu juga punya unsur sejarah seperti Pramoedya Ananta Tour.

4. Kajian drama

Masih mau meremehkan mahasiswa jurusan sastra Indonesia? Duh. Kalau berbicara mahasiswa sastra Indonesia UNY, di sini tiap semester 5 ada mata kuliah drama. Dan pada akhir penilaian nanti mereka harus mengadakan agenda pentas drama. Itu cukup berat lho. Berbulan-bulan latihan terus. Pulang hingga tengah malam. Huhuhu.

Jadi kalian masih mau meremehkan mahasiswa jurusan sastra Indonesia? Huhu perjuangan kita-kita cukup berat lho. Jadi jangan remehkan kita-kita lagi gaes. Hmm pesannya sih jangan lihat mahasiswa dari jurusannya gaes. Lihatlah dia aslinya bagaimana. Kalau mampu menghasilkan karya dan prestasi yang baik kenapa perlu diremehkan? Ya kan? Tetap syemangaaaat kawan!

Sumber : Unycommunity
Lika-Liku Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Lika-Liku Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Reviewed by Jobby Sumbar on 26.3.17 Rating: 5

Tidak ada komentar

YAYAI.ID

Situs penyedia bahan bacaan anak kuliahan, bacaan wajib di luar kelas